Hakikat Stratifikasi Sosial

Artikel kali ini akan memberikan pembahasan tentang stratifikasi sosial, mengingat sekarang kesenjangan semakin terasa ditengah-tengah kehidupan sosial. Maka mari kita pelajari tentang apa itu stratifikasi sosial dan faktor apa sih yang menyebabkan hal itu muncul. Simak penjelasan di bawah ini ya.

Pengertian Stratifikasi Sosial

Masyarakat pada kenyataannya memberikan penghargaan yang berbeda untuk kelompok individu. Penghargaan ini didasarkan pada kelebihan yang dimiliki oleh individu tersebut. Apa saja kelebihan yang dimaksud? Kelebihannya itu seperti kekuasaan, kekayaan, keturunan atau kehormatan dan pendidikan  yang dimiliki. Oleh karena itu maka muncullah stratifikasi sosial.

Stratifikasi sosial atau yang kita kenal dengan pelapisan sosial ini merupakan pengelompokan atau pembedaan masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang dilakukan secara bertingkat. Wujud dari pelapisan ini yaitu kelas sosial. Kelas sosial itu sendiri masih dibagi, yaitu kelas sosial rendah, kelas sosial menengah, dan kelas sosial tinggi.

Mereka yang berada di kelas sosial rendah ini biasa merupakan kelompok masyarakat yang profesinya sebagai buruh dan pedagang kecil. Sedangkan mereka yang masuk kelas menengah ini yaitu peneliti, dosen, mahasiswa, dan pegawai negeri. Lalu siapa yang masuk ke dalam kelas sosial tinggi? Ini diduduki oleh pengusaha atau pejabat. Pengelompokan ini ada di dalam segala bidang kehidupan kita.

Dalam masyarakat yang paling sederhana dan homogen, pembeda peranan dan kedudukan itu relatif sedikit. Akibatnya, stratifikasi sosialnya juga sedikit. Biasanya pelapisan sosialnya didasarkan pada jenis kelamin, senioritas, dan kekuasaan. 

Kemudian, bagaimana pelapisan sosial pada masyarakat modern? Ini biasanya didasarkan pada kriteria pendidikan yang dapat memunculkan beraneka macam keahlian atau profesi. Ada beberapa pekerjaan yang dihargai lebih tinggi dibandingkan dengan pekerjaan yang lainnya. Ini dapat dilihat dari imbalan yang dia peroleh dari pekerjaannya. Dari sinilah muncul yang namanya prestise sehingga pelapisan sosial menjadi kompleks dan beragam. 

Baca juga: Sosiologi sebagai Ilmu Masyarakat

Sebenarnya apa saja penyebab dari stratifikasi sosial?

Faktor-faktor penyebab munculnya stratifikasi sosial itu, yaitu kemampuan atau kepandaian, fisik, umum, sifat keaslian keanggotaan masyarakat, jenis kelamin, dan harta benda yang dimiliki. Meskipun demikian, faktor penentunya ini berbeda-beda, tidak selalu sama. Ada yang dibedakan berdasarkan kemampuannya untuk bercocok tanam, ini biasanya ada di daerah yang masih banyak masyarakatnya bekerja sebagai petani atau pembuka lahan.

Stratifikasi sosial juga bisa disebabkan oleh subsistem sosial yang bertujuan untuk mewujudkan tujuan tertentu. Misalkan urutan kepangkatan militer, mulai dari tamtama, bintara, perwira pertama, perwira menengah, sampai pada perwira tinggi.


Dasar Stratifikasi Sosial dalam Masyarakat

Penghargaan yang lebih menjadi dasar untuk stratifikasi sosial di masyarakat. Ukuran yang digunakan untuk menggolongkan individu pada lapisan tertentu ini bisa jadi ukuran kumulatif dan bukan ukuran tunggal, seperti orang kaya bisa memiliki kekuasaan, pendidikan, dan kehormatan. Adapun dasar stratifikasi sosial dalam masyarakat dapat dijelaskan sebagai berikut.

Kekayaan ini berhubungan erat dengan pendapatan individu, semakin banyak pendapatan, maka semakin banyak harta benda yang dimiliki dan semakin besar kesempatan untuk menduduki strata atas. Kriteria umum yang digunakan, seperti mobil mewah, tanah yang luas, dan nilai pajak yang besar.

Kekuasaan berhubungan dengan kemampuan individu untuk menentukan kehendaknya terhadap orang yang dikuasai atau orang lain. Kekuasaan ini bisa juga didukung oleh unsur lain, seperti posisi dalam masyarakat, kepandaian, kekayaan, dan kelicikan.

Keturunan juga bisa menjadi dasar untuk stratifikasi sosial, seperti individu ini merupakan keturunan raja atau bangsawan. Selain keturunan, pendidikan juga bisa menjadi dasar stratifikasi sosial. Masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan, akan mendapatkan penghargaan yang lebih tinggi, seperti dokter, hakim dan atlet.

Selain mempelajari tentang dasar stratifikasi sosial, dalam menentukan lapisan sosial masyarakat untuk mengetahui status atau kedudukan, maka perlu mengetahui apa itu status atau kedudukan.


Status atau Kedudukan

Kedudukan atau status ini penting untuk menunjukkan hak dan kewajiban individu dalam masyarakat di mana dia berada. Cara untuk memperolehnya yaitu:
1. Ascribed status yaitu kedudukan yang didapatkan individu secara otomatis tanpa perlu mengerahkan usahanya atau diperoleh sejak lahir, contoh: gelar bangsawan.
2. Achieved status yaitu kedudukan yang diperoleh individu dari usahanya, contoh dokter, insinyur, dan pengacara.
3. Assigned status yaitu kedudukan yang diperoleh individu dari usaha dan diperoleh secara otomatis, contoh: siswa teladan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, terdapat benturan atau pertentangan yang dialami individu kaitannya dengan status sosial yang dimiliki dan ini disebut dengan konflik sosial. Konflik sosial ini ada yang bersifat individual, antarkelompok, dan antarindividu.

Lebih lanjut dalam status atau kedudukan sosial, individu biasanya menggunakan simbol-simbol tertentu untuk menunjukkan kedudukannya di dalam masyarakat, seperti gaya berpakaian, gaya bicara, dan pola rekreasi. Kemudian, apa saja fungsi dari stratifikasi sosial?


Fungsi Stratifikasi Sosial

1. Penentu tingkat mudah dan susahnya bertukar kedudukan.
2. Sebagai alat solidaritas antara individu atau kelompok yang menduduki sistem sosial yang sama di masyarakat.
3. Penyebaran hak-hak istimewa yang objektif, antara lain wewenang, tingkat kekayaan, dan keselamatan.
4. Sebagai sistem pertanggan pada strata yang berhubungan dengan penghargaan dan kewibawaan. 
5. Untuk menentukan simbol status atau kedudukan individu, seperti bentuk rumah.

Demikian penjelasan tentang hakikat stratifikasi sosial. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian semua yang sedang belajar tentang hakikat stratifikasi sosial.

Daftar Pustaka
Maryati, K dan Suryawati, J. 2001. Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XI Jilid 2. Jakarta: Esis.