Pahlawan Indonesia “Katamso Darmokusumo”

Mengenang dan meneladani jasa para pahlawan Indonesia merupakan salah satu cara dalam mewujudkan kita akan kecintaan pada sejarah bangsa. Tak terkecuali, jasa pahlawan Pierre A.Tendean yang rela kehilangan putrinya, Ade Irma Suryani, karena kesetiannya untuk menjaga Jenderal A.H Nasution.

Informasibelajar.com kali ini akan memberikan pemaparan kembali tentang sosok pahlawan Indonesia “Katamso Darmokusumo”. Laki – laki kelahiran Sragen, 5 Februari 1923 ini hanya mengenyam pendidikan sampai MULO.

Katamso Darmokusumo

Katamso belum sempat menyelesaikan pendidikannya karena Indonesia telah dikuasai oleh Jepang. Selama Jepang menduduki Indonesia, Katamso mengikuti pendidikan militer Pasukan Pembela Tanah Air atau PETA.

Setelah selesai menempuh pendidikan PETA, beliau diangkat menjadi Budanco atau komandan regu. Kemudian, setelah setahun, beliau naik pangkat menjadi Shodancho atau komandan peleton.

Pada saat terjadi revolusi kemerdekaan, Katamso terlibat dalam beberapa penumpasan pemberomtakan di tanah air. Pemberontakan tersebut antara lain PRRI di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Pada saat itu, Katamso menjabat sebagai Kepala Staf Resimen Tim Pertempuran (RTP) II Diponegoro di Bukittinggi. Kemudian, dipindah tugaskan ke Jakarta dan menjabat sebagai Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan (Koplat). Kemudian, pindah ke Bandung dan diangkat menjadi Komandan Pusat Pendidikan (Pusdiktif).

Katamso menjabat sebagai pimpinan Komandan Resort Militer (Korem)m072 Yogyakarta, Kodam VII/ Diponegoro, pada tahun 1965. Kemudian, pada tanggal 2 Oktober 1965, beliau dipaksa untuk mendatangani surat yang mendukung tentang Dewan Resolusi.

Namun, Katamso menolak untuk menandatangani, kemudian beliau diculik dan dibunuh. Peculikan dan pembunuhan tersebut terjadi di Kompleks Batalion L di Kentungan, Sleman, Yogyakarta.

Jenazah Katamso ditemukan pada tanggal 22 Oktober 1965. Kemudian, jenazah Katamso dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, Yogyakarta.

Untuk mengenang jasa beliau, pemerintah memberikan gelar pahlawan revolusi pada tanggal 19 Oktober 1965. Gelar tersebut berdasarkan peraturan Keppres No.118/ KOTI/ 1965 dengan menobatkan Katamso sebagai Brigadir Jenderal (Anumerta) Katamso Darmokusumo.

sumber:
Junaedi, D. 2014. Pahlawan – Pahlawan Indonesia Sepanjang Masa. Yogyakarta: Indonesia Tera.